Biaya Operasi Penyakit Hidrosefalus Dan Efek Sampingnya

Biaya Operasi Penyakit Hidrosefalus Dan Efek Sampingnya

Biaya Operasi Penyakit Hidrosefalus Dan Efek Sampingnya – Operasi menjadi salah satu penanganan medis yang biasa dilakukan untuk menyembuhkan penyakit hidrosefalus. Salah satu jenis operasi yang biasanya dilakukan adalah operasi pemasangan shunt, yang mana alat bantu khusus berbentuk selang yang dipasangkan oleh ahli bedah ke dalam kepala, guna mengalirkan cairan otak ke bagian tubuh lain dan diserap oleh pembuluh darah.

Bagian tubuh yang sering dipilih sebagai rute aliran cairan serebrospinal adalah rongga perut. Shunt dilengkapi dengan katup yang berfungsi untuk mengendalikan aliran cairan sehingga keberadaan serebrospinal di dalam otak tidak surut terlalu cepat.

Shunt yang dipasang pada bayi dan anak-anak umumnya perlu di ganti seiring pertumbuhan supaya sesuai dengan fisik mereka yang makin besar, yang mana diperkirakan sebanyak dua kali prosedur pemasangan shunt akan dilakukan pada anak-anak sebelum mereka menginjak usia 10 tahun.

Adapun jenis operasi hidrosefalus lainnya seperti : Endoscopic Third Ventriculostomy (ETV). Berbeda halnya dengan operasi pemasangan shunt, pada prosedur ETV cairan serebrospinal akan di buang dengan cara menciptakan lubang penyerapan baru dipermukaan otak, yang mana prosedur ini biasanya diterapkan pada kasus hidrosefalus yang di picu oleh penyumbatan ventrikel otak.

Untuk biaya hidrosefalus sangatlah bervariasi tergantung dengan jenis operasi yang digunakan, tingkat keparahan suatu penyakit dan lainnya. Pada tahun 2012 saja sudah mencapai hingga Rp.14.000.000,- apalagi sekarang ini sudah tahun pastinya biaya operasi hidrosefalus akan naik.

Efek Samping Operasi Hidrosefalus

Pada umumnya tindakan operasi akan menimbulkan efek samping, begitu pun dengan operasi shunt yang mana akan menimbulkan efek samping yang disebabkan oleh kerusakan atau penyumbatan pada alat itu sendiri.

Namun hal ini wajar terjadi karena shunt merupakan alat yang terbuat dari materi berbahan lembut yang rentan terhadap kendala. Berikut ini efek samping yang sering muncul setelah melakukan prosedur pemasangan shunt yakni :

Penyumbatan shunt – Apabila shunt terumbat maka cairan serebrospinal bisa menumpuk kembali di dalam otak, yang mana kondisi ini harus segera di tangani karena bisa menyebabkan kerusakan otak.

Infeksi – Hal ini relatif umum terjadi, terutama pada beberapa bulan setelah operasi.Gejala infeksi pasca pemasangan shunt meliputi sakit kepala, mual, leher kaku, demam dan nyeri di sekitar jalur shunt.

Terkadang shunt yang dipasang tidak berada di posisi yang tepat dan tentu saja hal ini bisa menimbulkan masalah. Pada anak-anak terutama bayi, pemasangan shunt yang salah bisa membuat cairan serebrospinal merembes ke bagian sisi selang tersebut.

Jika penderita memiliki luka di kulit, cairan itu akan keluar melalui luka tersebut. Pemosisian shunt di dalam kepala harus dilakukan secara berhati-hati. Jika tidak, bisa menimbulkan efek samping berupa pendarahan, gangguan saraf dan kejang.

Selain pada operasi shunt saja, efek samping juga bisa terjadi pasca operasi endoscopic third ventriculostomy (ETV) diantaranya :

  • Kerusakan pembuluh darah.
    Infeksi.
  • Masalah saraf yang meliputi penurunan fungsi salah satu sisi tubuh, ketidakseimbangan hormon, penglihatan ganda bahkan epilepsi.
  • Kegagalan otak untuk menyerap cairan serebrospinal.
  • Pendarahan di dalam otak.
  • Menutupnya kembali lubang penyerapan cairan serebrospinal.

Demikianlah informasi yang bisa kami sampaikan pada kesempatan kali ini mengenai Biaya Operasi Penyakit Hidrosefalus Dan Efek Sampingnya.

Semoga informasi dari bermanfaat. Terima kasih

Post by Pengobatan Hidrosefalus Tradisional

Biaya Operasi Penyakit Hidrosefalus Dan Efek Sampingnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *