Efek Samping Hidrosefalus Pada Anak

Efek Samping Hidrosefalus Pada Anak

Efek Samping Hidrosefalus Pada Anak – Teknik pengobatan hidrosefalus adalah melalui operasi. Tujuannya adalah untuk membuang kelebihan cairan serebrospinal di dalam otak. Salah satu jenis operasi yang biasanya diterapkan pada kasus hidrosefalus adalah operasi pemasangan shunt.

Shunt merupakan alat khusus berbentuk selang yang dipasangkan oleh ahli bedah ke dalam kepala guna mengalirkan cairan otak ke bagian tubuh lain dan diserap oleh pembuluh darah. Bagian tubuh yang sering dipilih sebagai rute aliran cairan serebrospinal adalah rongga perut.

Jenis operasi penanganan hidrosefalus lainnya adalah endoscopic third ventriculostomy (ETV). Berbeda dengan operasi pemasangan shunt, pada prosedur ETV, cairan serebrospinal dibuang dengan cara menciptakan lubang penyerapan baru di permukaan otak. Prosedur ini biasanya diterapkan pada kasus hidrosefalus yang dipicu oleh penyumbatan ventrikel otak.

Efek Samping Hidrosefalus Pada Anak

Operasi terbukti efektif dalam menangani hidrosefalus. Meski demikian, bukan tidak mungkin prosedur ini dapat menyebabkan efek samping di kemudian hari. Pada operasi pemasangan shunt, efek samping yang timbul biasanya disebabkan oleh kerusakan atau penyumbatan pada alat itu sendiri. Berikut ini adalah beberapa efek samping yang dapat muncul setelah menjalani prosedur pemasangan shunt, di antaranya :

  • Infeksi.

Hal ini relatif terjadi, terutama pada beberapa bulan setalah operasi. Gejala infeksi pasca pemasangan shunt meliputi mual, sakit kepala, leher kaku, demam dan nyeri disekitar jalur shunt. Pada anak-anak, mereka akan sering mengantuk atau rewel.

  • Penyumbatan shunt.

Jika shunt tersumbat, maka cairan serebrospinal dapat menumpuk kembali di dalam otak. Kondisi ini harus segera ditangani karena dapat menyebabkan kerusakan otak. Pada bayi, efek samping akan mudah dikenali dari ciri fisik berupa kepala yang kembali membesar. Gejala penyumbatan shunt lainnya adalah mual, sakit kepala, mengantuk, bingung, dan yang terburuk adalah koma.

Kadang-kadang shunt yang dipasang tidak berada di posisi yang tepat dan tentu saja hal ini dapat menimbulkan masalah. Pada anak-anak, terutama bayi, pemosisian shunt yang salah dapat membuat cairan serebrospinal merembes ke bagian sisi selang tersebut. Posisi shunt yang salah dapat membuat cairan serebrospinal merembes ke bagian sisi selang tersebut. Cairan itu akan keluar melalui luka tersebut. Pemosisian shunt di dalam kepala harus dilakukan secara hati-hati. Jika tidak, dapat menimbulkan efek samping, seperti perdarahan, gangguan saraf, atau kejang.

Efek samping juga bisa terjadi pasca operasi endoscopic third ventriculostomy (ETV). Beberapa efek samping tersebut di antaranya adalah :

  • Masalah saraf yang meliputi penurunan fungsi salah satu sisi tubuh, ketidakseimbangan hormon, penglihatan ganda, atau bahkan epilepsi.
  • Perdarahan di dalam otak.
  • Kerusakan pembuluh otak.
  • Infeksi.
  • Kegagalan otak untuk menyerap cairan serebrospinal.
  • Menutupnya kembali lubang penyerapan cairan serebrospinal.

Itulah beberapa beberapa Efek Samping Hidrosefalus Pada Anak, Untuk itu kita perlu menjaga asupan protein yang kita makan agar sesuai untuk kebutuhan kesehatan otak kita.

Semoga informasi dari kami bermanfaat. Terima kasih

Post by Pengobatan Hidrosefalus Tradisional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *