Jenis Jenis Dari Penyakit Hidrosefalus

Jenis Jenis Dari Penyakit Hidrosefalus

Jenis Jenis Dari Penyakit Hidrosefalus –¬†Istilah hidrosefalus berasal dari bahasa Yunani “hydro” yang berarti air dan “cephalus” yang berarti kepala. Dalam istilah medis hidrosefalus berarti penumpukan cairan otak yang berlebihan yang menyebabkan kelainan atau gejala kelainan saraf yang dapat secara sementara dan menetap.

Pemicu hidrosefalus pada bayi belum diketahui dengan jelas, tetapi secara umum dapat disebabkan oleh cacat genetik, perdarahan pada janin sebelum kelahiran, infeksi pada ibu seperti toksoplasma atau sifilis, atau cacat lahir seperti spina bifida.

Hidrosefalus dapat diderita oleh segala usia, namun kasus ini sebagian besar terjadi pada bayi dan lansia. Berdasarkan gejalanya, penyakit hidrosefalus dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Hidrosefalus kongenital atau bawaan.

Kondisi ini terjadi sejak bayi baru dilahirkan. Bayi yang mengalami hidrosefalus bawaan, kepalanya akan terlihat sangat besar. Ubun-ubun atau fontanel mereka akan tampak menggelembung dan menegang. Dikarenakan kulit kepala bayi masih tipis, maka penggelembungan tersebut membuat urat-urat kepala menjadi terlihat dengan jelas. Bayi penderita hidrosefalus, memiliki mata yang terlihat seperti memandang ke bawah dan otot-otot kaki terlihat kaku, serta rentan mengalami kejang. Gejala-gejala hidrosefalus bawaan lainnya adalah mudah mengantuk, mual, rewel, dan susah makan.

  • Hidrosefalus yang didapat atau acquired.

Kondisi ini diderita oleh anak-anak dan orang dewasa. Selain penderita akan mengalami mual dan nyeri leher, nyeri kepala juga akan muncul. Nyeri kepala ini biasanya terjadi di pagi hari, setelah bangun tidur. Gejala lain dari hidrosefalus tipe ini adalah mengantuk, penglihatan buram, bingung, sulit menahan kemih atau menahan buang air besar, dan sulit berjalan. Jika tidak segera diobati, kondisi ini dapat menyebabkan koma, bahkan kematian.

  • Hidrosefalus dengan tekanan normal.

Pada kondisi ini umumnya dialami oleh lansia (di atas 60 tahun). Penderita akan kesulitan menggerakkan kaki, sehingga beberapa dari mereka terpaksa menyeret kaki agar dapat berjalan. Gejala lainnya adalah rusaknya kendali kemih yang ditandai dengan sulit menahan buang air kecil atau sering merasa ingin buang air kecil. Selain fisik, hidrosefalus tekanan normal juga berdampak kepada kemampuan berpikir penderita serta sulit mencerna informasi dan lambat dalam menanggapi respon.

Segera periksakan bayi, anak, atau diri Anda sendiri ke dokter jika melihat atau merasakan gejala-gejala hidrosefalus. Terutama pada bayi yang menderita hidrosefalus bawaan, jika tidak ditangani dengan tepat, dalam jangka panjang kondisi tersebut dapat mengakibatkan komplikasi seperti:

  • Gangguan koordinasi.
  • Epilepsi.
  • Gangguan penglihatan.
  • Penurunan daya ingat.
  • Kesulitan belajar.
  • Gangguan bicara.
  • Sulit berkonsentrasi dan perhatian mudah teralih.

Itulah beberapa jenis dari penyakit hidrosefalus yang perlu untuk anda ketahui sebagai bahan informasi anda dan lebih mengetahui tentang pencegahan yang harus dilakukan dari penyakit hidrosefalus ini.

Semoga informasi dari kami bermanfaat. Terima kasih

Post by Pengobatan Herbal Tradisional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *