Mengenal Lebih Jauh Hidrosefalus Pada Bayi

Apa Itu Hidrosefalus ?

Pengertian Hidrosefalus Pada Bayi –¬†Istilah hidrosefalus berasal dari kata Yunani “hydro” yang berarti air dan “cephalus” yang berarti kepala. Sesuai dengan namanya, hidrosefalus adalah kondisi di mana karakteristik utamanya adalah akumulasi cairan yang berlebihan di otak. Meskipun hidrosefalus pernah dikenal sebagai “air di otak,” air “sebenarnya adalah cairan serebrospinal (CSF) – cairan bening yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang.

Penyebab hidrosefalus masih belum dipahami dengan baik. Hidrosefalus dapat disebabkan oleh kelainan genetik bawaan (seperti cacat genetik yang menyebabkan stenosis akuatik) atau kelainan perkembangan (seperti yang terkait dengan cacat tabung saraf termasuk spina bifida dan ensefalokel).

Hidrosefalus dapat menyebabkan kerusakan otak permanen, jadi penting bagi Anda mengenali gejala kondisi ini, seperti Menggores fontanel, atau titik lemah di permukaan tengkorak, peningkatan pesat dalam lingkar kepala, mata yang tertekan ke bawah, kejang, Ekstrim fussiness, muntah, mengantuk berlebihan, susah makan dan rendah otot.

Penyakit Hidrosefalus ini terbnagi ke dalam 3 jenis, yaitu :

  • Hidrosefalus kongenital – hidrosefalus yang ada saat lahir.
  • Hidrosefalus yang didapat atau acquired – hidrosefalus yang berkembang setelah lahir.
  • Hidrosefalus tekanan normal – biasanya hanya berkembang pada orang dewasa.

Menurut penelitian WHO untuk wilayah ASEAN jumlah penderita Hidrosefalus di beberapa negara adalah sebagai berikut, di Singapura pada anak 0-9 th : 0,5%, Malaysia : anak 5-12 th 15%, India anak 2-4 th 4%, di Indonesia berdasarkan penelitian dari Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas Indonesia terdapat 3%.

Jika tidak ditangani dengan tepat, dalam jangka panjang kondisi tersebut dapat mengakibatkan komplikasi yang berbahaya, seperti:

  • Gangguan koordinasi.
  • Epilepsi.
  • Gangguan penglihatan.
  • Penurunan daya ingat.
  • Kesulitan belajar.
  • Gangguan bicara.
  • Sulit berkonsentrasi dan perhatian mudah teralih.

Adapun komplikasi yang terjadi pada bayi yang terkena hidrosefalus, antara lain :

  • Atrofi Otak.
  • Herniasi Otak yang dapat berakibat kematian.
  • Komplikasi hidrosefalus berdasarkan kepala anak yang semakin membesar dan tubuh yang semakin kurus tetapi bertambah berat.

Diagnosis Hidrosefalus

Beberapa jenis pemeriksaan akan dilakukan oleh dokter ahli saraf guna mendiagnosis hidrosefalus, seperti pemeriksaan tanda-tanda fisik, pemeriksaan koordinasi dan keseimbangan, pemeriksaan sensorik (kemampuan melihat, mendengar, atau meraba), dan pemeriksaan kondisi otot (tonus, kekuatan, dan refleks).

Guna memastikan adanya penumpukan cairan serebrospinal di dalam otak atau memastikan apakah ada kondisi lain yang menyebabkan gejala serupa dengan hidrosefalus, dokter kemungkinan akan melakukan pemindaian otak melalui:

  • CT scan. Biasanya digunakan sebagai pemeriksaan darurat terhadap penyakit hidrosefalus. Melalui CT scan, gambar otak secara potong lintang dapat dihasilkan dengan teknologi X-ray.
  • MRI scan. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendapatkan gambar otak secara rinci dengan menggunakan medan magnetik dan gelombang radio.
  • USG. Pemeriksaan ini relatif aman dan rendah risiko. Karena itu, USG sering dijadikan sebagai pemeriksaan awal untuk mendeteksi hidrosefalus pada janin di dalam kandungan atau bayi yang sudah lahir.

Itulah pengertian dan definisi dari penyakit hidrosefalus, Semoga informasi dari kami bermanfaat. Terima kasih

Post by Pengobatan Hidrosefalus Tradisional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *